ME, I 'N' MY SELF ^__^

Rabu, 24 Juni 2009

Laporan Praktek Biologi Perikanan

I PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Biologi perikanan merupakan ilmu yang mempelajari mengenai sifat-sifat hayati ikan sebagai populasi serta mempelajari faktor-faktor lingkungan baik hayati dan non hayati yang dapat mempengaruhi perkembangan populasi ikan tersebut, dalam rangka menyajikan formasi-formasi bagi usaha manusia untuk memungut hasil perairan secara tetap, kontinu dan seoptimal mungkin.

Pertumbuhan ikan merupakan salah satu bagian dari cabang ilmu biologi perikanan yang diantaranya mempelajari hubungan panjang dengan berat ikan. Dalam akuakultur, pertumbuhan merupakan salah satu komponen utama untuk menyatakan produktifitas ikan. Dari segi pertumbuhan, kelompok sel-sel suatu jaringan dalam bagian tubuh dapat digolongkan menjadi bagian yang dapat diperbarui, bagian yang dapat berkembang dan bagian yang statis. Pertambahan sel-sel pada jaringan tersebut nantinya akan bertanggung jawab terhadap pertumbuhan masa ikan.

Melihat dari hal tersebut di atas, maka melalui laporan ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pertumbuhan pada ikan baik berat maupun panjangnya, khususnya pada ikan Bandeng (Chanos chanos).

1.2 Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang, berat atau bobot dan faktor yang mempengaruhi kondisi ikan.

Kegunaan dari praktikum ini adalah sebagai informasi dasar mengenai hubungan panjang dan berat ikan serta sebagai data penunjang.

II TINJAUAN PUSTAKA

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dapat digolongkan menjadi dua bagian yang besar, yaitu faktor dalam diantaranya keturunan, sex (jenis kelamin/reproduksi), umur dan parasit dan penyakit, serta faktor luar di antaranya makanan dan kualitas air (suhu, oksigen dan karbondioksida). Faktor dalam merupakan faktor yang sulit untuk dikontrol, sedangkan faktor luar merupakan faktor yang mudah dikontrol (Fujaya, 1999).

Pertambahan ukuran baik panjang atau berat biasanya pengukurannya dilakukan pada waktu tertentu. Hubungan pertambahan ukuran dengan waktu bila digambarkan dalam suatu system koordinat menghasilkan suatu diagram yang dikenal dengan nama kurva pertumbuhan. Ukuran waktu ditempatkan pada sumbu “X” dan ukuran dimensi lain (panjang atau berat) pada sumbu “Y”. apabila kita memplotkan pertumbuhan ikan selama hidupnya akan diperoleh kurva seperti gambar yang berbentuk “S” atau kurva sigmoid (Effendie, 1978).

Fujaya (1999), menyatakan bahwa pertumbuhan dipengaruhi oleh faktor genetik, hormon dan lingkungan. Meskipun secara umum, faktor lingkungan yang memegang peranan sangat penting dibanding suhu lingkungan. Zat hara meliputi makanan, air dan oksigen menyediakan bahan mentah bagi pertumbuhan, gen mengatur pengolahan bahan tersebut dan hormon mempercepat pengolahan serta merangsang gen.

Panjang total adalah ukuran panjang maksimal ikan dari ujung anterior pada keadaan mulut dan sirip ekor terkatup. Pada ikan-ikan laut, ukuran panjang yang biasa digunakan adalah panjang porok (Fork length) yaitu ukuran panjang dari ujung anterior pada kondisi mulut terkatup hingga ujung ekor pada bagian cekung sirip ekor terendah. Pada kondisi tertentu seringkali sirip ekor mengalami kerusakan sehingga bentuk tidak sempurna lagi (Irianto, 2005). Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk mengatasi hal tersebut, maka digunakan ukuran standar. Adapun yang dimaksud dengan ukuran standar adalah ukuran panjang dari ujung anterior pada keadaan mulut terkatup hingga pangkal sirip ekor. Ukuran tubuh ikan ini bervariasi dari beberapa millimeter hingga meter.

Abdul (1985), menyatakan bahwa pengukuran berat dari berbagai penimbangan ikan yang paling tepat adalah dengan menggunakan timbangan duduk dan timbangan gantung, adapan keuntungan yang dimiliki dari kedua timbangan ini adalah bekerjanya lebih teliti, pengaruh dari luar seperti angin dapat dikurangi, serta pendugaan pertama terhadap berat ikan yang ditimbang tidak perlu dilakukan, karena secara langsung dapat menunjukkan beratnya.

Pengukuran panjang ikan dalam penelitian biologi perikanan hendaknya mengikuti suatu ketentuan yang sudah lazim digunakan. Dalam hal ini panjang ikan dapat diukur dengan menggunakan sistem metrik ataupun sistem lainnya (Effendie, 1979). Lebih lanjut dikatakan bahwa dalam pengukuran tersebut nantinya akan diperoleh nilai b, yang ikut menentukan seimbang tidaknya antara berat dan panjang ikan. Dimana nilai b yang mungkin muncul adalah b<3, b="3">3.

III METODE PRAKTEK

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 31 Mei 2007, dimulai pada pukul 10.30 sampai dengan selesai. Praktikum bertempat di Laboratorium Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu.

3.2 Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah mistar, timbangan, nampan, modul praktikum dan alat tulis menulis. Sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah 25 ekor ikan Bandeng (Chanos chanos).

3.3 Prosedur Kerja

Adapun prosedur kerja dari praktikum ini adalah sebagai berikut :

- Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada praktikum.

- Mengambil satu persatu ikan bandeng, lalu mengukur panjangnya dengan menggunakan mistar mulai dari ujung mulut sampai ujung ekor terpanjang.

- Mengukur bobot atau berat ikan dengan menggunakan timbangan.

- Mencatat hasil pengukuran tersebut pada modul yang telah disediakan.

- Melakukan analisa data hubungan panjang dan berat ikan.s

3.4 Analisa Data

Hubungan panjang berat ikan mempunyai suatu nilai yang memungkinkan untuk mengubah harga panjang kedalam harga berat atau sebaliknya. Berat (W) ikan dapat dianggap suatu fungsi dari panjangnya (L), dan hubungan panjang berat ini hampir mengikuti hukum kubik yang dinyatakan dengan rumus :

W = a L3

Dimana :

W = berat ikan

L = panjang ikan

a = konstanta

Hukum tersebut berlaku dengan asumsi bahwa bentuk serta berat ikan tetap selama hidupnya. Tetapi karena ikan senantiasa bertumbuh, maka menurut Hile (1936), formulasi umum yang dapat digunakan adalah :

W = a Lb

Dimana :

W = berat ikan

L = panjang ikan

a dan b = konstanta

Persamaan tersebut dapat ditransformasikan kedalam bentuk logaritma dan akan diperoleh persamaan linier sebagai berikut :

log W = log a + b log L

Dari persamaan diatas harga-harga W dan L sudah diketahui, sehingga yang perlu dicari adalah harga-harga a dan b.

Teknik perhitungan yang digunakan adalah teknik perhitungan secara langsung, sebab jumlah ikan yang diteliti tidak terlalu banyak. Dengan teknik ini, terlebih dahulu dibuat suatu daftar yang tersusun dari harga-harga L, W, log L, log W, logL x log W, (log L)2 dan (log W)2.

Setelah semua data didapatkan dari daftar yang telah disusun, selanjutnya harga-harga tersebut dimasukkan dalam rumus-rumus berikut untuk menentukan nilai a, b, dan nilai r :

Nilai r menunjukkan adanya adanya hubungan linier antara panjang X dan berat Y. Untuk nilai a dan b dimasukkan kedalam persamaan :

atau

Selanjutnya, untuk memudahkan membuat garis regresi, maka sembarang dua nilai X disubstitusikan kedalam persamaan tersebut (biasanya nilai tertinggi dan terendah). Setelah diperoleh ordinat Y, maka garis regresi akan diperoleh dengan menghubungkan kedua titik tersebut dengan sebuah garis lurus.


IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan praktikum yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Data Hasil pengukuran panjang dan berat ikan bandeng (Chanos chanos)

No. Ikan

Hasil Pengukuran

No. Ikan

Hasil Pengukuran

Panjang (mm)

Berat (gr)

Panjang (mm)

Berat (gr)

1

267

140

14

260

140

2

241

110

15

268

160

3

244

110

16

251

140

4

258

140

17

254

150

5

256

135

18

264

150

6

251

120

19

255

140

7

262

140

20

237

100

8

279

160

21

232

90

9

316

290

22

219

80

10

270

160

23

268

160

11

241

120

24

238

100

12

227

80

25

222

80

13

266

150




Perhitungan secara langsung

Untuk melakukan teknik perhitungan secara langsung terlebih dahulu dibuat suatu daftar yang tersusun dari harga-harga L, W, log L, log W, log L x log W, (log L)2 dan (log W)2.


Tabel 2. Hasil perhitungan secara langsung pengukuran panjang dan berat ikan bandeng (Chanos chanos)

No

L (mm)

W (gr)

X

Y

XY

X2

Y2

1

267

140

2,4265

2,1461

5,2076

5,8880

4,6059

2

241

110

2,3820

2,0414

4,8626

5,6740

4,1673

3

244

110

2,3874

2,0414

4,8736

5,6996

4,1673

4

258

140

2,4116

2,1461

5,1756

5,8159

4,6059

5

256

135

2,4082

2,1303

5,1304

5,7996

4,5383

6

251

120

2,3997

2,0792

4,9894

5,7584

4,3230

7

262

140

2,4183

2,1461

5,1900

5,8482

4,6059

8

279

160

2,4456

2,2041

5,3904

5,9810

4,8581

9

316

290

2,4997

2,4624

6,1552

6,2484

6,0634

10

270

160

2,4314

2,2041

5,3590

5,9115

4,8581

11

241

120

2,3820

2,0792

4,9526

5,6740

4,3230

12

227

80

2,3560

1,9031

4,4837

5,5509

3,6218

13

266

150

2,4249

2,1761

5,2768

5,8801

4,7354

14

260

140

2,4150

2,1461

5,1828

5,8321

4,6059

15

268

160

2,4281

2,2041

5,3519

5,8958

4,8581

16

251

140

2,3997

2,1461

5,1500

5,7584

4,6059

17

254

150

2,4048

2,1761

5,2331

5,7832

4,7354

18

264

150

2,4216

2,1761

5,2696

5,8642

4,7354

19

255

140

2,4065

2,1461

5,1647

5,7914

4,6059

20

237

100

2,3747

2,0000

4,7495

5,6394

4,0000

21

232

90

2,3655

1,9542

4,6227

5,5955

3,8191

22

219

80

2,3404

1,9031

4,4541

5,4777

3,6218

23

268

160

2,4281

2,2041

5,3519

5,8958

4,8581

24

238

100

2,3766

2,0000

4,7532

5,6481

4,0000

25

222

80

2,3464

1,9031

4,4653

5,5054

3,6218



60,0808

52,7189

126,7959

144,4168

111,5405

Keterangan :

N = Jumlah ikan XY = log L x log W

L = Panjang ikan X2 = (log L)2

X = log L (panjang) Y2 = (log W)2

Y = log W (berat)

N = 25 ∑X2 = 144,4168

∑X = 60,0808 ∑Y2 = 111,5405

∑Y = 52,7189 X = 2,4032

∑XY = 126,7959 Y = 2,1087

Dari tabel diatas, didapatkan data sebagai berikut :







Nilai a, b dan r diperoleh dengan cara sebagai berikut :

1.

2.

3.

Maka didapatkan nilai-nilai :

b = 3,489774

a = -6,27

r = 0,9729

r2 = 0,9465

Nilai-nilai a dan b dimasukkan kedalam persamaan :

atau

Untuk membuat garis regresi, maka sembarang 2 nilai x (nilai tertinggi dan nilai terendah) disubstitusikan kedalam persamaan diatas seperti berikut ini :

Dengan demikian garis regresi dari persamaan tersebut diatas adalah :

X1 = 2,34 X2 = 2,49

Y1 = 1,89 Y2 = 2,45


4.2 Pembahasan

Berdasarkan praktikum yang dilaksanakan, ikan Bandeng yang diukur panjang dan berat tubuhnya, memiliki ukuran yang berbeda-beda antara ikan yang satu dengan ikan yang lain. Adapun ukuran ikan yang terpanjang adalah 316 mm, dengan beratnya adalah 219 gr, sedangkan ukuran yang terpendek adalah 219 mm dengan beratnya 80 gr. Ukuran antara berat dan panjang ikan tersebut bisa dikatakan sudah seimbang.

Perbedaan ukuran berat dan panjang antara tiap ikan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti yang telah dikemukakan oleh Fujaya (1999), dimana ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ikan yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam ini sulit untuk dilakukan pengontrolan, sedangkan faktor luar mudah untuk pengontrolannya.

Adapun yang termasuk faktor dalam tersebut adalah faktor keturunan, dimana faktor ini mungkin dapat dikontrol dalam suatu kultur, salah satunya dengan mengadakan seleksi yang baik bagi pertumbuhannya sebagai induk. Kemudian faktor jenis kelamin, kemungkinan tercapainya kematangan gonad untuk pertama kali cenderung mempengaruhi pertumbuhan, yang menjadi lambat karena sebagian makanan tertuju pada perkembangan gonad tersebut. Untuk faktor umur, pertumbuhan cepat terjadi pada ikan yang masih muda, sedangkan ikan yang sudah tua umumnya kekurangan makanan berlebih untuk pertumbuhan, karena sebagian besar digunakan untuk pemeliharaan tubuh dan pergerakan. Terakhir faktor parasit dan penyakit dapat mempengaruhi pertumbuhan jika alat pencernaan atau organ vital lainnya terserang, sehingga efisiensi makanan yang berguna bagi pertumbuhan berkurang.

Sedangkan yang termasuk faktor luar adalah makanan, dalam hal ini makanan adalah faktor yang paling penting karena dengan adanya makanan berlebih dapat menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lebih pesat. Faktor luar lain yang mempengaruhi yaitu kualitas air, misalnya suhu, oksigen terlarut dan karbondioksida.

Dalam suatu pengukuran pertambahan panjang dan berat ikan, terdapat adanya nilai b yang ikut menentukan dalam pengukuran tersebut. Berdasarkan dari hasil perhitungan, nilai b yang diperoleh untuk pengukuran ikan bandeng adalah 3,48. Nilai tersebut dapat dikategorikan lebih besar dari 3. Hal demikian sesuai dengan pernyataan dari Effendie (1979), yang menyatakan ada kemungkinan 3 nilai yang muncul dalam pengukuran panjang dan berat ikan, yaitu b<3, b="3">3. Adapun untuk b<3 b="3">3 menunjukkan bahwa pertambahan panjang tidak secepat pertambahan berat. Berdasarkan pernyataan tersebut, pada hasil yang diperoleh untuk pengukuran ikan bandeng nilai b=3.

Berdasarkan perhitungan pada panjang dan berat ikan, diperoleh suatu garis regresi dengan persamaan Y = 6,27 + 3,487774x. Persamaan ini diperoleh dengan menggunakan perhitungan secara langsung, karena jumlah ikan bandeng yang diukur berat dan panjangnya tidak terlalu banyak, sehingga mudah saja dalam penghitungannya. Adapun koefisien korelasi sebesar 0,9729 menunjukkan adanya hubungan linear yang sangat baik (korelasi positif) antara panjang (X) dan berat (Y). Karena r2 = 0,9465 , maka dapat dikatakan 94 % di antara keragaman dalam nilai-nilai berat (Y) dapat dijelaskan oleh hubungan linearnya panjang (X).

V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1). 25 ekor ikan Bandeng (Chanos chanos) yang diukur, memiliki ukuran berat dan panjang yang berbeda-beda.

2). Nilai b yang diperoleh menunjukkan bahwa ikan bandeng tersebut pertambahan panjang dan beratnya seimbang.

3). Koefisien korelasi menunjukkan adanya hubungan linear yang sangat baik antara panjang dan beratnya (korelasi positif).

5.2 Saran

Saran saya sebagai praktikan adalah agar pada praktikum selanjutnya jumlah ikannya dikurangi agar lebih mudah dalam penghitungannya.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, R., 1985. Ekologi Ikan. Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Malang

Effendie, I.M., 1978. Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan IPB, Bogor.

------------.,1979. Biologi Perikanan. Fakultas Perikanan IPB, Bogor.

Fujaya, Y., 1999. Fisiologi Ikan. Rineka Cipta, Yakarta.

Irianto, A., 2005. Patologi Ikan Teleostei. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar